Direktori Selebriti
Pencarian :
Harry Roesli

Harry Roesli

advertisement
Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli, atau yang lebih di kenal dengan nama Harry Roesli ini, adalah seorang tokoh yang mempopulerkan budaya musik kontemporer yang berisi kritik sosial. Putra dari Mayjen (pur) Roeshan Roesli ini, lahir di Kota Kembang, Bandung, pada tanggal 10 September 1951. Ia juga memiliki ciri khas dalam penampilannya dengan berkumis, bercambang, berjanggut lebat, berambut gondrong dan berpakaian serba hitam.

Ia mengawali karirnya di dunia hiburan Indonesia dengan membuat sebuah grup musik yang bernama Gang of Harry Roesli, bersama dengan Albert Warnerin, Indra Rivai dan Iwan A Rachman, dan dari grup musik itu pulalah nama Harry Roesli mulai di kenal oleh banyak orang. Dan baru 5 tahun band itu terbentuk, namun mereka sudah memutuskan untuk bubar.

Pada tahun 1973, ia membuat sebuah grup teater yang bernama Ken Arok. Dalam karirnya bersama grup teaternya tersebut, ia sudah menampilkan beberapa pementasan bersama grup teaternya , diantaranya Opera Ken Arok di TIM Jakarta pada Agustus 1975, grup teater ini kemudian bubar, dikarenakan dirinya mendapat beasiswa dari Ministerie Cultuur, Recreatie en Maatschapelijk Werk (CRM), dan melanjutkan pendidikannya di Rotterdam Conservatorium, Belanda.

Pada tahun 1981, ia mendapatkan gelar Doctor Musik. Kemudian, ia juga adalah seorang dosen di Jurusan Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Universitas Pasundan Bandung. Selain itu, ia juga kerap mengaransemen beberapa lagu untuk di jadikan soundtrack teater, sinetron dan jufa film. Ia juga aktif dalam membuat tulisan di bebegai media cetak di Indonesia.

Ia juga membetuk sebuah pembinaan yang bernama Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB), yaitu sebuah oranganisasi yang membuna para pengamen dan pemulung yang berada di Bandung. Dan oraganisasi tersebut terletak di rumahnya sendiri di di Jl WR Supratman 57 Bandung, pada tahun 1998. Dan rumahnya juga banyak di datangi oleh beberapa relawan dari kalangan ibu dan bahkan mahasiswa. Kemudian ia bersama oragnisasinya tersebut membuat sebuah film documenter yang mengenai tragedy Trisakti. Dan memutar film pertamanya tersebut di Universitas Parahyangan dalam sebuah acara yang bertajuk Gelora Reformasi.

Pada saat reformasi terjadi, ia membuat sebuah lagu yang berdurasi 24 jam. Dan pada saat zama Megawati, ia di tangkap oleh Polda Metro Jaya di karenaka melesetkan lagu wajib Garuda Pancasila.
Dalam kehidupan pribadinya, ia menikah dengan seorang wanit yang bernama Kania Perdani Handiman. Dlam perniakaha tersebut, ia di karuniai 2 orang anak, yang di beri nama Layal Khrisna Patria dan Lahami Khrisna Parana.

Pada tanggal 11 Desember 2004, ia menghembuskan napas terakhirnya di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Komentar terkait selebriti Harry Roesli
Seru? Serem? Lucu? Kita pengen tahu pendapat kamu tentang selebriti Harry Roesli!

advertisement
Sering kelewat acara TV favorit?? Set alarm acaranya dan tonton langsung!
close