Kehidupan Asrul yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji berubah menjadi aneh. Warung soto ala Batak milik Asrul bangkrut hanya gara-gara satu kesalahan kecil. Tidak ayal, Asrul pun menjadi bahan ledekan Udin yang merasa “beruntung” karena tidak pergi berhaji sehingga kehidupannya aman-aman saja. Kini Asrul kembali menjadi orang miskin. Pria itu pun kembali bertanya-tanya perihal maksud Allah membolak-balikkan nasib. Sebaliknya, bisnis Pak Jalal mulai bangkit bahkan pria itu menjadi konsultan bisnis bagi salah satu teman Kalila. Anehnya, Pak Jalal memutuskan untuk tetap tinggal di gubuk bersama istri dan pembantunya yang setia. Keputusan itu tentu saja memicu konflik dengan sang istri yang merasa tidak berubah menjadi orang kaya meskipun mereka kini mempunyai banyak uang. Terlebih Pak Jalal menyimpan uang mereka dalam tas-tas plastik di gubuk.