0
share

Masih Gegara Adegan Kekerasan, Sinetron Adalan RCTI Kena Tegur KPI

Masih Gegara Adegan Kekerasan, Sinetron Adalan RCTI Kena Tegur KPI

25 November 2015   Televisi Anak Jalanan Elif RCTI KPI
Baru dari TVGuide!
Sering kelewat acara TV favorit?? Set alarm acaranya dan tonton langsung! Download Aplikasi Jadwal TV
advertisement

tvguide | Sinetron Anak Jalanan boleh saja menjuarasi raihan rating harian dan hampir menguasai sepenuhnya share dan tvr mengalahkan seniornya Sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang entah sampai kapan ceritanya bakalan berakhir.

 

#updateRating Acara TV LokalKamis 19 November 2015:1. Anak Jalanan RCTI, tvr 7,4 share 30%2. Elif 2 SCTV, tvr 4,4...

Posted by Tvguide on Tuesday, 24 November 2015

Anak Jalanan yang mengisahkan lika-liku perseteruan antar geng sekolah rupanya semakin disukai para penonton akhir-akhir ini. tak lupa bumbu-bumbu adegan romantic alias percintaan mewarnai kisah sinetron garapan SinemArt ini.

Anak Jalanan rupanya menjadi salah satu sintreon yang cukup fenomenal dan bahkan jadi andalan stasiun TV RCTI setelah performanya cukup menjanjikan diawal penayangnnya.

Mulai ditayangkan pada 12 Oktober 2015 silam, Anak Jalanan hadir setiap hari mulai pukul 18.30 WIB.

Bahkan kehebohan sinetron Turki berjudul Elif yang sempat membawa SCTV menjuarai rating harian menyaingi Sinetron yang dibintangi Stefan William, Natasha Wilona, Immanuel Caesar Hito, Cut Meyriska, Megan Domani, dan juga Mezty Mez ini.

Harus diakui memang sebagai spesialis stasiun televise spesialis sinetron, RCTI dan SCTV masih mendominasi bergam tayangan berupa sinetron-sinetron baik asli produksi local maupun impor atau asing.

Mengisahkan cerita mengenai keseharian dan dinamika remaja dalam hidup keseharian, Anak Jalanan dibuat tampak epic alias digambarkan sesuai dengan kejadian sebnarnya. Walaupun penolakan dari berbagai masyarakat yang jenuh dengan Sinetron dari mulai alasan tidak berkualitas hingga tidak mendidik masih saja tampak ramai menemani setiap penayangan beragam genre sinetron Indonesia.

Tak perlu sebut contoh dan daftar penolakannya. Dari penelurusan beragam peristiwa beberapa waktu lalu saja, saat KPI menghentikan sejumlah tayangan Animasi seperti Dragon Ball di Global TV, tidak sedikit netizen mengecam KPI yang dianggap tebang pilih dalam memilih mana yang layak tayang dan tidak dengan argument kandungan kekerasan dalam program tayangan-tayangan tersebut.

Namun kali ini KPI rupanya tidak mampu menghindar dari kewenagan dan keharusan melayangkan surat teguran untuk sinetron yang kerap kali tayang di beberapa stasiun TV Nasional.

Dengan argument dan alasan yang sama, adegan kekerasan hingga adegan balapa-balapan dalam Sinetron Anak Jalanan akhirnya membuat gerah KPI.

Dalam rilis resminya tertanggal 24 November 2015, KPI melayangkan surat teguran kepada Sinetron Nak Jalalan RCTI yang tayang pada tanggal 11 November 2015 pukul 20.04 WIB, akibat Program tersebut menayangkan adegan kekerasan secara intens dan eksplisit. Seorang pria memukul dan menendang pria lain hingga terlempar. Selain itu juga kerap menampilkan adegan balap motor. Tayangan dengan muatan tersebut sangat berbahaya untuk ditampilkan karena berpotensi ditiru khalayak yang menonton terutama oleh remaja.(penekanan dari penulis)

Entahlah sebenarnya teguran KPI semacam ini telah banyak dilayangkan kepada program-program tayangan yang kerap kali muncul di TV Nasional. Tidak hanya RCTI namun SCTV, ANTV, Trans 7 atau bahkan hampir semua stasiun televise Nasional Indonesia.

Namun kejadian-kejadian kerap kali berulang dan berulang tanpa adanya peningkatan kualitas signifikan dari para produsen tayangan.

Memang terdapat beberapa program tayangan yang diaprsiasi dan mendapatkan dukungan hingga dianggap sebagai salah satu contoh terbaik program tayangan yang sudah sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012.

Tetapi dalam praktiknya, masih banyak pelanggaran yang kerap terjadi dan seolah pelanggaran semacam itu juga teguran KPI hanyalah guyonan di tengah masih bermasalahnya dunia pertelevisian Indonesia yang seolah tampak sulit memperbaiki peran dan fungsinya sebagai medium penyebar informasi dan pendidikan bagi rakyat.

Hiburan memang perlu namun kebanykan hanya akan membutakan realitas yang sesungguhnya, karena seperti sempat disinggung oleh para pemerhati dunia pertelevisian dan broadcasting, realitas dalam televise hanyalah relaitas semu yang jauh dari kenyataan sesungguhnya.

Sebagai simpulan, akankah KPI memiliki keberanian sesuai amanat UUn Penyiaran tahun 2012, untuk menggunakan kewenangan sesungguhnya untuk menyelamatkan generasi masa depan bangas Idonesia dari pengaruh buruk tayangan-tayang Televisi?

Semuanya kita kembalikan kepada Anda.

Jayalah Dunia Pertelevisian Indonesia.

Suka dengan artikel ini? silakan bagikan

Komentar terkait berita Masih Gegara Adegan Kekerasan, Sinetron Adalan RCTI Kena Tegur KPI
Seru? Serem? Lucu? Kita pengen tahu pendapat kamu tentang berita Masih Gegara Adegan Kekerasan, Sinetron Adalan RCTI Kena Tegur KPI!

advertisement
close