Sinetron : Tukang Ojek Pengkolan

12 Januari 2017 16:30  

Pasangan muda bernama Rojak (Ojak) dan Tati, tinggal di sebuah kampung yang berada di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta. Ojak adalah tukang ojek yang berpangkalan di ujung jalan masuk kampung bersama dua rekannya, Purnomo (Pur) dan Sutisna (Tisna). Purnomo dan Tisna, adalah perantauan yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib.

Emak, ibunya Tati yang tak pernah merestui anaknya menikah dengan Ojak yang seorang tukang Ojek. Konon, Babenya Tati (alm) pernah menjodohkan Tati dengan calon suami yang sudah mapan, jauh sekali dibanding Ojak yang sekadar tukang ojek.

Ojak sebenaranya memiliki ijazah D3, namun nasib berkata lain, Ia sulit mendapatkan pekerjaan. Ojak dan Tati mengontrak di sebuah rumah petakan milik Babe Naim, juragan kontrakan di kampung.Babe Naim yang menduda, sudah sejak lama naksir sama Emak, ibunya Tati.

 

Selain mereka, ada juga Bang Patar, seorang lelaki asal Sumatera Utara yang berprofesi sebagai makelar palugada (makelar “apa lu minta gua ada”) yang bisa membantu apa saja, mulai dari jual-beli tanah sampai memperbarui SIM. Patar suka mangkal di warung milik Mpok Mumun, yang berjualan nasi uduk dan kopi.

Ada pula Sofyan, Nurmala, dan anak mereka Bunga, tetangga dekat Ojak. Sofyan adalah seorang dosen di sebuah universitas tidak terkenal di Jakarta, sementara istrinya ibu rumah tangga biasa yang hobi ngegosip.

Komentar