Apakah Anda siap untuk menjelajahi inovasi desain terkini dalam dunia smartphone? Dalam Vivo S1 Pro Review ini, kita akan mengungkap bagaimana Vivo kembali menghadirkan keanggunan melalui seri S terbarunya. Dengan desain kamera berbentuk berlian yang unik dan port USB Type-C modern, S1 Pro siap memikat hati para pecinta gadget.
Vivo telah merilis satu varian dari ponsel ini dengan harga Rs. 19,990 di India. Harga tersebut menempatkannya dalam persaingan dengan ponsel lain seperti Realme X2, Redmi K20, dan pendatang baru Oppo F15. Apakah Vivo S1 Pro baru ini layak untuk dibeli dengan harga tersebut? Mari kita telusuri lebih lanjut.
Desain Elegan Vivo S1 Pro: Ulasan Mendalam
Vivo S1 Pro melanjutkan tradisi Vivo dengan menghadirkan ponsel yang memukau secara visual. Kali ini, pola berlian di bagian belakang telah digantikan oleh pilihan tiga gradasi warna yang menarik. Unit yang kami ulas memiliki warna ‘Jazzy Blue’, namun tersedia juga dalam varian ‘Dreamy White’ dan ‘Mystic Black’. Dengan ketebalan 8,68 mm, S1 Pro terasa sedikit tebal, dan beratnya yang mencapai 186 gram cukup terasa setelah penggunaan satu tangan dalam waktu lama. Namun, tepi yang melengkung dan bagian belakang yang sedikit meruncing membuatnya nyaman digenggam, meskipun memiliki lapisan mengkilap yang tidak terlalu licin. Bagian belakang ponsel ini masih menggunakan plastik laminasi, bukan kaca.
Di bagian depan, terdapat layar Super AMOLED berukuran 6,38 inci dengan resolusi full-HD+. Sensor sidik jari terintegrasi di dalam layar dan berfungsi dengan baik. Vivo juga menyertakan animasi pembuka yang menarik untuk dipilih. Fitur pengenalan wajah tersedia, meskipun tidak secepat beberapa ponsel lain di kategori harga ini. Pelindung layar yang sudah terpasang dapat menjadi sedikit mengganggu karena tepinya yang terasa saat menggunakan gestur.
Layar Vivo S1 Pro memiliki tampilan yang cerah dengan tingkat kecerahan dan saturasi yang baik.
Penempatan tombol pada Vivo S1 Pro terbilang baik. Di sisi kiri, terdapat slot untuk dua kartu Nano-SIM atau satu Nano-SIM dan satu kartu microSD. Sebaiknya ada slot terpisah untuk ekspansi memori. Di bagian bawah, terdapat port USB Type-C dan speaker, serta jack headphone di bagian atas.
Bagian belakang ponsel ini menjadi daya tarik utama dalam hal desain. Selain warna yang mencolok, kami sangat menyukai profil tipis dari modul kamera yang hampir tidak menonjol. Lampu kilat LED ditempatkan di luar modul kamera. Di bawahnya, terdapat logo dan tagline Vivo.
Di dalam kotak, Vivo S1 Pro dilengkapi dengan aksesoris standar seperti casing silikon, kabel Type-C, pengisi daya 18W, dan headset.
Spesifikasi dan Perangkat Lunak Vivo S1 Pro
Selanjutnya, Vivo S1 Pro ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 665 octa-core. Prosesor ini umumnya ditemukan pada ponsel dengan harga lebih terjangkau, seperti Realme 5i dan Redmi Note 8. Meskipun demikian, Snapdragon 665 bukanlah prosesor yang buruk, namun mungkin akan sedikit kesulitan dalam menjalankan game berat pada layar full-HD+. Beruntung, Vivo melengkapi ponsel ini dengan RAM sebesar 8GB dan penyimpanan internal 128GB, yang merupakan satu-satunya konfigurasi yang tersedia.
Spesifikasi lainnya meliputi dukungan dual 4G VoLTE, Wi-Fi ac dual-band, Bluetooth 5, radio FM, GPS, USB-OTG, serta sertifikasi DRM Widevine L1 dari Google. Tidak ketinggalan, ponsel ini juga dilengkapi dengan berbagai sensor seperti giroskop dan kompas.
Vivo S1 Pro memiliki slot kartu SIM ganda yang bersifat hybrid.
Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini menggunakan Funtouch OS 9.2 yang berbasis pada Android 9 Pie. Ponsel ini juga memiliki pembaruan keamanan hingga Desember 2019, yang terbilang cukup baru. Namun, antarmuka pengguna masih terasa rumit, dan kami berharap Vivo segera memperbaikinya. Gestur geser ke atas untuk mengakses pintasan sistem bisa membingungkan bagi pengguna baru, karena biasanya kita menemukannya di bilah notifikasi. Selain itu, saat ponsel digunakan dalam mode lanskap, gestur ini tetap harus dilakukan dari sisi layar yang sama, yang bisa terasa mengganggu.
Ada banyak aplikasi bawaan yang sudah terinstal di Vivo S1 Pro, tetapi semua aplikasi pihak ketiga dapat dihapus. Namun, ada beberapa aplikasi dari Vivo seperti browser dan toko aplikasi yang tidak bisa dihapus. Kami sudah membahas berbagai pintasan dan opsi kustomisasi untuk Funtouch OS dalam ulasan kami sebelumnya tentang Vivo V17 dan Vivo U20, jadi Anda bisa melihatnya untuk informasi lebih lanjut.
Kinerja dan Ketahanan Baterai Vivo S1 Pro
Di sisi lain, Vivo S1 Pro tampil sebagai ponsel yang andal untuk penggunaan sehari-hari dan memiliki desain yang patut dibanggakan. Modul kamera yang unik membedakannya dari ponsel lain di kelas yang sama, yang umumnya memiliki susunan kamera vertikal. Layar ponsel ini sangat cerah, sehingga tetap mudah dibaca meski di bawah sinar matahari langsung. Berkat panel AMOLED, warna yang ditampilkan sangat hidup, dan teks serta ikon terlihat tajam. Prosesor Snapdragon 665 mampu menangani multitasking dengan baik, meskipun bukan yang terbaik untuk game berat.
Saat memainkan PUBG Mobile, framerate tidak stabil bahkan pada pengaturan grafis Rendah. Meski game dapat dimainkan, kadang-kadang terasa sedikit tersendat. Untungnya, tidak ada masalah overheating yang terjadi, bahkan setelah 30 menit bermain. Speaker tunggalnya tidak terlalu keras dan suara yang dihasilkan sedikit nyaring, namun menonton video tetap menyenangkan berkat tampilan layar yang cerah.
Tampilan Vivo S1 Pro makin menarik dengan sentuhan gradasi yang menawan.
Ponsel ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 4.500mAh yang mampu bertahan hingga satu setengah hari dengan penggunaan intensif. Dalam uji ketahanan baterai untuk pemutaran video HD, ponsel ini mampu bertahan selama 17 jam 7 menit, yang merupakan waktu yang cukup lama. Vivo menyematkan fitur Dual Engine Fast Charge, meskipun pengisi daya yang disertakan tidak terlalu cepat untuk mengisi baterai besar ini. Dalam pengujian kami, Vivo S1 Pro mencapai 31 persen dalam 30 menit dan sekitar 61 persen dalam satu jam. Untuk pengisian penuh, dibutuhkan sekitar dua setengah jam.
Keunggulan Kamera Vivo S1 Pro yang Memukau
Namun demikian, Vivo S1 Pro dilengkapi dengan empat kamera belakang yang mengesankan. Kamera utamanya memiliki resolusi 48 megapiksel dengan aperture f/1.8, didampingi oleh kamera wide-angle 8 megapiksel dengan aperture f/2.2, kamera makro 2 megapiksel, dan kamera depth 2 megapiksel. Sementara itu, di bagian depan, terdapat kamera selfie beresolusi 32 megapiksel dengan aperture f/2.0. Aplikasi kameranya mudah digunakan dengan mode pemotretan yang tertata di atas tombol rana. Namun, beberapa kontrol penting seperti mode ultra-wide, bokeh, dan makro ditempatkan dalam menu carousel terpisah, yang sedikit merepotkan saat digunakan.
Dalam kondisi pencahayaan yang baik, Vivo S1 Pro mampu menangkap foto landscape dengan detail yang cukup baik dan warna yang memadai, meskipun tidak terlalu mendalam. Beberapa objek di tepi bingkai terlihat agak berbutir. Fitur HDR aktif bila dibutuhkan, tetapi hasil akhirnya tidak selalu maksimal. Beberapa foto memiliki nuansa biru yang tampak tidak alami. Foto close-up menunjukkan hasil yang lebih baik dengan efek bokeh yang bagus dan detail objek yang jelas. Kamera wide-angle menawarkan sudut pandang yang menarik, meski warna yang dihasilkan kurang akurat.
Dengan mode bokeh diaktifkan, kamera depth Vivo S1 Pro mampu mendeteksi tepi dengan baik dan memburamkan area yang tepat. Warna dan detail yang dihasilkan juga cukup baik. Kamera makro berguna dalam beberapa situasi, tetapi tidak terlalu sering digunakan.
Foto dalam kondisi minim cahaya cenderung biasa saja. Fokus menjadi lebih lambat di malam hari, dan menyimpan foto memakan waktu lebih lama. Tidak ada mode pemotretan malam khusus, sehingga detail pada foto landscape terlihat samar dan terdapat butiran pada area bayangan.
Kamera selfie Vivo S1 Pro menunjukkan performa yang cukup baik dengan hasil foto yang tajam dalam pencahayaan ideal. Hasilnya juga memuaskan meskipun diambil melawan cahaya. Namun, foto diambil pada resolusi penuh 32 megapiksel, bukan dengan metode pixel-binning yang lebih disukai. Selfie di kondisi minim cahaya cenderung berbutir, meskipun flash layar dapat sedikit membantu. Mode ‘Portrait’ memungkinkan penambahan filter kecantikan, tetapi tidak ada opsi untuk efek bokeh latar dengan kamera depan.
Video hanya dapat direkam hingga resolusi 1080p, yang kurang memuaskan untuk kelas harga ini. Sayangnya, tidak ada fitur stabilisasi, yang menjadi kekurangan besar. Kamera selfie juga hanya mendukung perekaman hingga 1080p tanpa stabilisasi. Video dalam kondisi minim cahaya tidak terlalu bagus, dengan banyak butiran dan detail yang kurang. Kamera wide-angle menghasilkan rekaman yang lebih buruk dalam cahaya rendah, membuatnya kurang dapat digunakan.
